Fucked off mobil travel Yogyakarta

Sebenarnya I dont wanna menjelekan mobil travel yang gue ambil di Yogya. Ini pun risiko yang harus gue terima ketika memutuskan memilih pulang dengan travel.

Gue rela merogoh kocek 250.000 because I thought mungkin jasa yang ditawarkan akan membuat gue lebih nyaman. Naik kereta saja cuma 100an dan naik bus sepertinya lebih murah.

Kalau gue dapat bus Handoyo dari Karawang ke Kediri dengan kursi bus yang nyaman empuk dan besar, gak gue dapatin di jasa travel yang gue lagi taikin ini. Mobil ini kaga membuat gue nyaman. 

Gue mendapati tempat duduk paling belakang dimana barang-barang banyak ditaro alias paket seperti karung, kardus dan tas-tas.

Katanya gue akan berangkat jam 5 sore sehingga si supir akan menjemput gue dari penginapan jam 4. Mobil tiba depan penginapan jam 4.20an.

Setelah naik dan melaju gue dibawa berputar-putar di seputaran pusat jogja, baru kali itu gue muak sama ini kota karena jengkelnya kaga berhenti-berhenti ngambilin barang paket.

Sampai sejam kemudian gue baru nyampe terminal Jombor di kantor mereka. Semua barang dikeluarkan dan ditata ulang. Gila barangnya makin banyak.

Gue coba membesarkan hati dan bersabar. Cuman batas maksimal ketika jam 7 malam masih berada di area jogja. What the hell, you are mother fucker. Shit rasanya amarah gue udah tak terbendung ampe gue kudu ngomel-ngomel di blog.

Gue mencoba merenung dan berbijak diri, gue berusaha memaklumi semua ini. Karena gue pun jika berada di posisi supir mungkin akan melakukan hal yang sama.

Gue hanya bisa merekomendasikan kalau loe ke jogja pake travel mending pikir ulang. Mending pake bus yang nyaman sekalian. Bayangin gue bayar Yogyakarta ke Karawang aja ampe 250.000. Harga bus bagus kali yang bisa didapat dengan uang segitu.

Sepanjang jalan ketika mobil mendapati jalan yang tak rata, selalu menimbulkan suara dan tekanan seperti berasal dari pelk ban mobil. Crazy, mother fucker. Parah banget. Mana bisa gue tidur dengan bener. 

Jam 2 pagi mobil berhenti di toilet umum besar. Lebih dari setengah jam berhenti, si supir memintai biaya tambahan. ANJI*NG DAN TA* banget ketika gue harus bayar tambahan buat tol sekitar 25ribu lagi. Sial.. kalau gini caranya gue mendingan naik bus.
Ini gue pagi-pagi udah ngamuk begini, bayangin aja samping gue itu barang-barang memuakan. Dan gue harus membayar mahal.. sial..

Pare (English Village)

Pare is famous city to learn or to improve english skill. I guessed there are many english courses with many kinds of english program. When I had free time, I decided to study Ielts for two weeks before I go to Iran on october.

Actually my Ielts Camp had one month duration and I joined with TEST English Course. That was amazing experience for me because I got many friends. Many people from different city and island of Indonesia come and go to Pare, could imagine how busy and interesting about english village. You can learn english indepedently by your self at home, but Pare has good environment where you can fell more exited to speak english.

I’ve never expect that Pare is very interesting. I met many people who graduated from good university, they are fighting to reach schoolarship. Almost, People who come to pare has same purpose.

So, this city good to make a friend and relationship.

In Pare my living cost was cheap, everything is cheap.

So don’t wait again to visit Pare, because I reckon Pare is my favorite city at Kediri, East Java, Indonesia.

2nd Gathering at Pare, Kediri

This week is my 3rd weeks at Pare, Kediri. I came to Pare to study IELTS for 3 weeks. Every weekeend I have no activity and My friend who study english here with me made 2nd gathering or meet up event about work and holiday in Australia. He published the event and invite some people on facebook.
I always share my experience as long as I am avalaible to do. Actually I, Ibel and Henz have shared on the first gathering, so there are 2 guests who whould join and they are popular. They have work and holiday experience in Sydney. The event started at 4pm – 7 pm at Tongkis cafe, Brawijaya Street, Pare, Kediri.


I was hopeless because the weather was raining, there were not many people for 30 minutes first. But I surprised when almost 40 people attended this gathering.

Oki was telling his work experience at childcare in Sydney.

He also tell about his experience when he got problem with electricity.


Oki lives in Kediri and He is studying Ielts too.


Most of them just wanted to know about Work and holiday, they came here to get good IELTS skor for schoolarship.


I was sharing about Darwin.

So I was happy when I share about work and salary. 

Thank you so much ya guys…

Kumpul-kumpul di Kediri

Gue, Ibel dan Henz pergi ke Pare, Kediri untuk mempelajari Ielts lebih dalam. Gue sendiri membutuhkan Ielts karena mungkin kelak gue butuh untuk melanjutkan pendidikan. 

Salah satunya gue pengen kuliah di Australia dan gue butuh setidaknya skor 5.5. 

Nah karena gak mau diem, Ibel berinisiatif untuk mengumpulkan anak-anak yang ingin mengtahui apa itu whv dan mendengarkan kisah pengalaman kita.

Taman Kiliwaci, Pare menjadi tempat kita berkumpul. Acara dimulai dari jam 4 dan tak terasa hingga jam 8 malam.

Rame sekali melihat antusias orang-orang yang terus memperhatikan semua cerita kita. 3 ex whv ini bercerita banyak tentang kehidupan di Australia. Kebanyakan mengenai Darwin dan Sydney.

Kalau isi muatan sharinganya sih gak jauh dari kerjaan, gaji dan cara hidup di Autralia. Seneng aja sih bisa curhat begitu.

Racun biar pergi ambik whv.

Tangan gue kaya lagi serius banget ngomongin whv. Pasti ngomongin gaji.hahaha

Ya ngelucu juga lah.

Henz lagi cerita sydney

Jangan lupa foto.

Hahahah

Gila keren anak Indonesia

Hal yang kadang membuat gue termotivasi terus salah satunya adalah karena gue bertemu dengan orang lain. Salah satunya kalau yang kenalan sama gue itu lebih muda dari gue dan memiliki track record yang menurut gue itu hebat.

Misalnya gue mengetahui dimana dia sekolah, apa aja yang udah dia lakukan, organisasi yang mereka ikuti, jurusan kuliah mereka, ipk, dan kegiatan lainya. Gue yang merasa biasa aja harus lebih giat lagi atau mencari pembeda agar bisa menjadi salah satu yang punya resume oke lah. Hahahhaha

Gue kan bulan ini lagi belajar nih di kampung inggris, pare, kediri. Banyak banget anak-anak muda yang lagi berjuang untuk meng3jar impian mereka dan salah satunya belajar bahasa. 

Impian mereka 99% adalah mendapatkan schoolarship. Bagi gue yang udah menyusut kepercayaan diri untuk meraihnya hanya butuh skor ielts yang sedikit untuk belajar dengan uang sendiri, bagus-bagus kalau skor gue bisa tinggi, tapi gue sadar itu tuh susah.

Hebatnya impian anak-anak yang ingin sekolah di berbagai negara, entah apa yang menjadi tujuan mereka, tapi yang jelas mereka punya impian-impian mulia untuk masa depan.

Gue jadi menyesal kenapa gak belajar sungguh-sungguh seperti mereka, yang gue iri juga adalah kayaknya mudah untuk mereka mendapatkan funding support dari orang tua. Gue bertemu anak-anak muda dari berbagai kota, untuk menempuh kediri saja sudah mengeluarkan biaya yang lumayan. Betapa beruntungnya.

Keren banget dan gue jadi termotivasi sama mereka-mereka yang muda dan keren-keren ituuuhhh.